Lombok Timur – Persoalan ketersediaan pupuk kembali menjadi sorotan masyarakat yang notabene mencari nafkah sebagai Petani.
Sejumlah warga menyampaikan keluhan mereka terkait sulitnya memperoleh pupuk.
Selain masalah pupuk, warga juga menyoroti kurangnya pendampingan dari penyuluh pertanian yang seharusnya berperan dalam meningkatkan produktivitas petani. Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Bupati Lombok Timur, H. Edwin Hadiwijaya, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Hal itu mereka sampaikan dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di Masjid Al-Ikhlas Pasar Baru, Kecamatan Suralaga, pada Jumat (21/3/2025).
Menanggapi aspirasi masyarakat, Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan ini.
“Kami memahami bahwa pupuk adalah kebutuhan utama bagi petani. Pemda akan memastikan distribusi pupuk berjalan lebih lancar serta meningkatkan pendampingan pertanian agar lebih efektif,” ujarnya.
Selain membahas persoalan pupuk, Wabup juga menyinggung berbagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah mengalokasikan bantuan sembako senilai Rp 40 miliar bagi masyarakat terdampak inflasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga memberikan informasi terbaru mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta perkembangan terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) bagi CPNS dan PPPK tahun 2024.
Ia menyatakan bahwa CPNS yang telah dinyatakan lulus akan menerima SK paling lambat pada bulan Juni, sedangkan SK bagi PPPK akan diterbitkan selambat-lambatnya pada Oktober. (Yt)
No comments:
Post a Comment